SEJARAH SISTEM OPERASI (OPERATION SYSTEM)
SEJARAH SISTEM OPERASI
Sistem operasi (operating system; disingkat OS) adalah perangkat lunak sistem yang mengatur sumber daya dari perangkat keras dan perangkat lunak, serta sebagai daemon untuk program komputer. Tanpa sistem operasi, pengguna tidak dapat menjalankan program aplikasi pada komputer mereka, kecuali program booting. Sistem operasi mempunyai penjadwalan yang sistematis mencakup perhitungan penggunaan memori, pemrosesan data, penyimpanan data, dan sumber daya lainnya.
Sejarah sistem operasi sendiri terdiri dari berbagai macam dan jenis tergantung perangkat yang digunakan. Pada artikel kali ini, saya akan membahas sejarah dari beberapa sistem operasi yang paling banyak digunakan dan diketahui oleh orang awam.
Berikut penjelasannya:
1. DOS (Disk Operating System)
DOS kepanjangan dari Disk Operating System merupakan sistem operasi yang digunakan di komputer pribadi, dengan media penyimpanan berupa disk (sebelum adanya hardisk) atau dikenal dengan nama disket. Sistem operasi DOS menggunakan CUI (Character User Interface) atau antarmuka dengan pengguna berbasis text dan saat ini telah tergantikan/diperbaharui dengan adanya windows versi 9x, Me, 2000, XP, dan sebagainya yang berbasiskan GUI (Grapical User Interface). Sistem operasi ini juga bersifat single-tasking (hanya dapat menjalankan satu program pada satu waktu saja), menjalankan prosesor pada modus real (real mode), dan hanya dapat mendukung satu pengguna dalam satu waktu (single user). Sejarah perkembangannya sebagai berikut:
- DOS 1.0
Versi DOS ini masih sangat sederhana dan kemampuanya terbatas. Oleh sebab itu diperbaiki dengan diterbitkanya versi 1.1 . Pada versi perbaikan ditambahkan kemampuan untuk mengakses disk drive dengan kapasitas 320KB.
- DOS 2.0
Berbeda dengan PC-DOS 2.10, disini terdapat perintah yang tidak terdapat pada PC-DOS, yaitu perintah COUNTRY yang berguna untuk mengeset operasi tunggal dan jam yang berlaku pada suatu negara.
- DOS 3.0
- DOS 3.1
- DOS 3.2
- DOS 3.3
Sebenarnya di Eropa dan Amerika, versi ini mendapat saingan ketat dari sistem operasi baru yaitu OS/2 (Operating System 2) yang kusus diciptakan untuk pemakai komputer PS/2 (Personal System 2), namun karena keadaan OS/2 terjepit antara kemampuan DOS dan UNIX, maka OS/2 jumlah pemakainya stingkat dibawah DOS.
- DOS 4.0
Mulai versi ini ukuran file sistem DOS seperti IBMBIO.COM/ IO.SYS, IBMDOS.COM/ MSDOS.SYS, dan COMMAND.COM pada satu disket makin membengkak, menjadikan sempit ruang disket itu sendiri. Karena itu,lebih baik menggunkan disket dengan kapasitas 360 KB.
- DOS 5.0
- DOS 6.0
Pada versi ini juga ditambahkan beberapa utility baru dan perintah-perintah konfigurasi sistem termasuk memori extended memory lebih mudah. Untuk utility yang ditambahkan sudah terkenal, seperti MSAV (Microsoft Anti Virus) yang merupakan kerjasama dari CPAV (Central Point Anti Virus), DoubleSpace yang berguna untuk melipatgandakan isi media penyimpanan dll.
Versi ini untuk memperbaiki versi 6.0, dimana terdapat perbaikan pada utility DoubleSpace, dan manajemen memori. Selain itu ada tambahan perintah baru seperti fasilitas MOVE, dan tampilan daftar file (directory) yang lebih mudah dibaca.
- DOS 6.2
Sejak diperkenalkanya sistem operasi Microsoft Windows, pemakaian sistem operasi DOS mulai berkurang, karena tampilan yang lebih menarik (GUI). Tetapi untuk menjembatani pemakai aplikasi yang masih menggunakan tampilan teks pada DOS, maka DOS ini masih dipertahankan.
2. Windows
- Windows 1
Windows 1 adalah sistem operasi pertama yang diluncurkan oleh Microsoft pada bulan November 1985. Sistem operasi ini berbasis GUI atau Graphical User Interface. Sebagai sistem operasi berbasis GUI pertama, banyak hambatan yang terjadi saat proses pengembangan sistem OS ini. Sehingga, versi sistem operasi ini dinilai kurang sukses.
- Windows 2
Windows 2 dirilis pada tanggal 9 Desember 1987 sebagai hasil dari kurang suksesnya versi Windows sebelumnya, yaitu Windows 1. Sama seperti Windows 1, Windows 2 juga masih berbasis GUI. Sebagai peningkatan dari versi sebelumnya, Windows 2 hadir dengan kelebihan telah mendukung penggunakan kartu grafis VGA.
- Windows 3
Dirilis pada tanggal 22 Mei 1990, Windows 3 adalah sistem operasi Windows ketiga yang dirilis Microsoft berbasis GUI. Windows 3 mendukung pekerjaan multitasking dengan kemampuan dapat membuka beberapa aplikasi secara bersamaan.
- Windows 3.1
Setelah Windows 3, selanjutnya Microsoft meluncurkan Windows 3.1 dengan menambahkan banyak fitur-fitur baru. Salah satunya adalah sistem True Type Font. Windows 3.1 atau yang dikenal dengan nama kode “Janus” saat proses pengembangan, dirilis pada tanggal 6 April 1992.
- Windows 95
Microsoft memperkenalkan Windows 95 sebagai sistem operasi Windows pertama dengan menu Start. Selain itu, Microsft menambahkan Windows Explorer sebagai pengganti File Explorer dan Microsoft Internet Explorer sebagai browser opsional. Windows 95 secara resmi dirilis pada tanggal 14 Agustus 1995
- Windows 98
Windows 98 hadir sebagai pengembangan dari Windows 95. Pada versi Windows ini, Internet Explorer hadir dengan versi terbarunya, yakni Internet Explorer 4.0. Windows 98 dapat digunakan pada perangkat komputer mulai dari tanggal rilisnya, 25 Juni 1998, hingga 11 Juli 2006.
- Windows Me
Selanjutnya, Windows Millenium Edition atau yang lebih dikenal dengan Windows Me hadir untuk menggantikan Windows 98. Versi Windows ini didesain untuk pengguna rumahan dan dapat mendukung program 16-32 bit. Windows Me secara resmi dirilis pada tanggal 14 September 2000.
- Windows XP
Windows XP adalah sistem operasi berbasis grafis yang didesain untuk Personal Computer (PC). Nama XP pada versi Windows yang dirilis pada tanggal 8 November 2006 ini diambil dari kata “Experience”. Windows XP diluncurkan dengan orientasi dominan pada konsumen.
- Windows Vista
Saat proses pengembangan, Windows Vista dikenal dengan nama kode “Longhorn”. Sama seperti Windows XP, Windows Vista adalah sistem operasi untuk komputer pribadi yang berbasis grafis. Windows Vista diluncurkan pada tanggal 8 November 2006 untuk bisnis dan 30 Januari 2007 untuk rumahan.
- Windows 7
Sebagai pengganti Windows Vista, Microsoft meluncurkan Windows 7. Windows 7 juga hadir dengan menu Start seperti pada Windows XP. Pada tanggal 22 Juli 2009, Windows 7 dirilis untuk pabrikan dan untuk publik diluncurkan pada tanggal 22 Oktober 2009. Alih-alih menambah banyak fitur baru, Windows 7 lebih difokuskan pada pengembangan dasar Windows.
- Windows 8
Saat dirilis pada tanggal 26 Oktober 2012, Windows 8 juga menjadi pembicaraan hangat di masyarakat. Perubahan paling menonjol pada Windows 8 ada pada user interface yang mendukung untuk perangkat touch screen seperti tablet.
- Windows 8.1
Versi BETA Windows 8.1 dirilis pada tanggal 26 Juni 2013 dan dirilis untuk publik pada tanggal 27 Agustus 2013. Windows 8.1 hadir dengan OneDrive yang telah terintegrasi.
- Windows 10
Windows 10 adalah sistem operasi yang saat ini dipakai oleh mayoritas masyarakat. Dikenal dengan nama kode “Threshold”, sistem operasi ini dirilis pada tanggal 29 Juli 2015. Windows 10 diluncurkan untuk mengatasi keluhan dari Windows 8 yang kurang mendukung untuk perangkat non-touch screen.
- Windows 11
Setelah Windows 10, Microsoft merilis Windows 11 sebagai versi Windows terbaru pada tanggal 5 Oktober 2021 lalu. Dengan inovasi pada menu Start yang berada di tengah, Windows 11 hadir untuk mendukung kegiatan multitasking. Windows 11 juga sudah memungkinkan pengguna untuk mengakses aplikasi Android pada PC dan laptop.
3. MAC (Macintosh)
Sejarah awal perkembangan MacOS dimulai pada tahun 1984. Di mana pada saat itu, Mac OS pertama dirilis dengan nama System 1 hingga Mac OS 9. Namun versi tersebut sekarang ini lebih dikenal dengan nama Mac OS Klasik. Menariknya saat itu Mac OS Klasik merupakan sistem yang menggunakan antarmuka pengguna grafik (GUI) sepenuhnya. Dengan kata lain, Mac OS Klasik tidak mempunyai barisan perintah (command line).
Pada awalnya macOS berasal dari NeXT, di mana merupakan sebuah perusahaan yang didirikan Steve Jobs setelah keluar dari Apple di tahun 1985. Kemudian perusahaan NeXT telah mengembangkan sistem operasi dengan nama NeXTSTEP dan dirilis pada tahun 1985 juga. Selanjutnya di tahun 1990an, Apple mencoba untuk membuat sistem operasi generasi baru untuk menggantikan Mac OS Klasik. Sayangnya saat itu terdapat beberapa kendala dan pada akhirnya proyek tersebut dibatalkan.
Kemudian Apple, mengakuisisi perusahaan NeXT di tahun 1996. Lalu menjadikan NeXTSTEP sebagai dasar sistem operasi berikutnya. Dengan dibelinya perusahaan tersebut, secara otomatis Steve Jobs kembali lagi ke Apple. Tentunya Steve Jobs akan memimpin pengembangan sistem operasi generasi baru dengan nama “Rhapsody” dan setelah itu dirilis dengan nama Mac OS X.
Mac OS X merupakan versi ke 10 dari sistem operasi untuk Macintosh. Berbeda dengan Mac OS Klasik yang menggunakan angka arab, versi ini lebih merujuk kepada penggunaan angka Romawi. Awalnya kata “X” diucapkan sebagai “ten / sepuluh”, namun kebanyakan pengguna sering menyebutnya sebagai huruf “X” saja. Mengenai versi pertama dari Mac OS X sendiri, memiliki antarmuka yang tidak jauh beda dengan Mac OS Klasik.
4. Linux
Berawal pada tahun 1969, para peneliti dari AT&T’s Bell Laboratories mulai mengimplementasikan sistem operasi Unix. Kemudian hasil eksperimen itu dirilis pertama kali pada 1971 menggunakan bahasa assembly sebelum kemudian pada 1973 diubah menjadi bahasa C. Nah, penggunaan bahasa tingkat tinggi pada waktu itu membuat sistem operasi unix bisa dengan mudah digunakan di banyak platform komputer. Lalu unix terus melambung dengan pesat dengan diberikannya lisensi gratis oleh AT&T’s Bell Laboratories. Akan tetapi, pada 1984, unix dijual sebagai produk berbayar karena AT&T memutuskan untuk memisahkan diri dari Bell Lab.
Dimulai awal tahun 1990, program untuk sistem operasi unix telah berhasil diperbanyak dan mulai dilengkapi meski elemen seperti kernel masih belum terlengkapi. Karena itulah, Linus Torvalds mulai tertarik dengan OS jika saja waktu itu sudah ada kernel GNU tentu dia tidak akan memulai proses pembuatannya. Nah, pada 1991 inti sejarah linux dimulai. Jadi, Linus sebagai mahasiswa Universitas Helsinki pada waktu itu mulai penasaran dengan sistem operasi. Tapi, ia frustasi karena lisensi MINIX waktu itu cuma bisa diakses untuk kepentingan pendidikan. Karena itulah ia membuat kernel sendiri yakni Linux.
Ia pun mengembangkan Linux di MNIX sampai matang. Kemudian Linus mengganti lisensi MINIX jadi GNU GPL. Kemudian, pengembangan terus dilakukan oleh para profesional hingga terjadi integrasi antara Linux kernel dengan komponen GNU. Kolaborasi tersebut menghasilkan sistem operasi gratis yang dapat melakukan fungsinya dengan utuh. Dulunya Linus Torvalds ingin memberi nama kernelnya dengan nama Freak, gabunagn dari free, freak, dan Unix. Bahkan di awal pekerjaannya, ia sudah memberi nama Freak di beberapa file. Pada waktu itu, ia pun sempat mempertimbangkan nama “LINUX” tapi ia hiraukan karena dianggap mementing kepentingan prbadi.
Nah, baru pada masa perkembangan, file hasil pembutan diunggah pada FTP server. Kemudian, salah seorang kawannya di FTP Server menilai bahwa nama Freax kurang menarik. Tanpa konsultasi dulu dengan Linus, ia mengubah nama dari project menjadi LINUX. Pada akhirnya Linus teteap menyetujui penggantian nama tersebut dan sejak saat itulah nama LINUX dipakai hingga saat ini dan melengkapi sejarah linux sampai sekarang. Sejarah sistem operasi linux cukup panjang. Pada periode pengembangan, linux diterapkan pada lingkungin produksi diawali dengan komunitas. Pada saat itu, organisasi besar seperti NASA sudah mulai memakai komputer dengan sistem operasi linux dan mengganti mesin mahal mereka.
Kemudian, komersialisasi semakin besar saat HP (Hewlett-Packarge), IBM, dan Dell mulai memberikan dukungan pada linux dan meninggalkan dari monopoli microsoft sebagai pasaran sistem operasi pada waktu itu. Saat ini linux sudah digunakan di berbagai perangkat mulai dari embedded atau sistem tertanam hingga super komputer. Banyak organisasi, individu, maupun perusahaan yang mengembangkan linux dengan berbagai macam distribusinya.
Selain itu, linux pun juga sudah dipercaya untuk menjadi sistem operasi pemasangan server jika dibandingkan sistem operasi yang lain. Adanya distro linux juga semakin ramai di pasaran, penggunaannya pada komputer dekstop juga semakin sulit ditandingi. Tidak hanya di komputer komersil, linux juga digunakan di tablet andrid dan ponsel, amazon, kamera, televisi, DVD player, pesawat, NYSE (New York Stock Echange), LHC (Large Hadron Collider), OLPC (One Laptop Per Child), sampai ke Layanan Pos AS.
5. Android
Android adalah sistem operasi berbasis Linux dengan kode sumber terbuka dan berlisensi APACHE 2.0 yang dirancang beragam untuk perangkat bergerak layar sentuh seperti telepon pintar dan komputer tablet. Android awalnya dikembangkan oleh Android, Inc., dengan dukungan finansial dari Google, yang kemudian membelinya pada tahun 2005. Sistem operasi ini dirilis secara resmi pada tahun 2007, bersamaan dengan didirikannya Open Handset Alliance, konsorsium dari perusahaan-perusahaan perangkat keras, perangkat lunak, dan telekomunikasi yang bertujuan untuk memajukan standar terbuka perangkat seluler. Ponsel Android pertama mulai dijual pada bulan Oktober 2008.
Berikut adalah semua versi Android dari yang pertama hingga yang terbaru:
1. Android 1.0 (Alpha)

Android 1.0 dengan kode nama Alpha adalah versi pertama Android yang dirilis Google dan OHA (Open Handset Alliance) pada 23 September 2008. OS Android versi komersial pertama ini digunakan diluncurkan ke publik dan dipasangkan ke smartphone HTC. Di versi awal ini, Android 1.0 Alpha sudah dilengkapi fitur dasar seperti: Aplikasi Gmail, Google Talk, YouTube, dan lainnya.
Android Market sudah disediakan untuk mengunduh dan update aplikasi. Browser juga ada untuk menampilkan, memperbesar, dan melihat informasi dalam halaman web HTML dan XHTML. Bar notifikasi juga bisa muncul di status bar. Pengguna juga bisa mengatur nada dering, kecerahan layar, dan nada getar. Smartphone dengan Android 1.0 Alpha juga bisa terhubung ke WiFi dan Bluetooth.
2. Android 1.1 (Beta)

Versi Android 1.1 dirilis pada 9 Februari 2009. Update ini awalnya hanya untuk HTC Dream saja. Versi Android terbaru ini memperbaiki bug pada versi alpha, mengubah API Android, dan menambah beberapa fitur baru. Fitur baru Android Beta memungkinkan pengguna mencari rincian dan review pada lokasi bisnis di Google Maps.
OS Android Beta juga dapat menampilkan dan menyembunyikan tombol panggilan. Untuk Anda yang suka kirim email, Versi Android terbaru ini bisa menyimpan lampiran pada pesan. Android 1.1 mendukung marquee atau program HTML untuk membuat teks bisa bergerak.
3. Android 1.5 (Cupcake)

Android 1.5 adalah versi Android pertama yang menggunakan nama makanan pencuci mulut. Nama makanan pada versi Android diharapkan bisa memudahkan pengguna menghapal urutan versi Android. Versi ini menggunakan nama Cupcake dan dirilis resmi pada 27 April 2009. Android Cupcake menggunakan kernel Linux 2.6.27.
Perubahan pada versi Android ini tergolong cukup besar karena juga ada perubahan pada tampilan UI. Android 1.5 Cupcake mendukung keyboard virtual pihak ketiga, bisa menampilkan Widget, memutar dan merekam video format MPEG-4 dan 3GP, Pairing Bluetooth audio A2DP dan AVRCP, bisa upload video ke YouTube, dan masih banyak lagi.
4. Android 1.6 (Donut)

Versi Android 1.6 dengan nama Donut dirilis pada 15 September 2009. Versi Android ini dirilis berdasarkan kernel Linux 2.6.29. Beberapa fitur menarik yang ada di urutan Android terbaru ini adalah: Opsi pencarian dengan teks dan suara ditingkatkan, terdapat fitur cuplikan aplikasi di Android Market, dan dukungan mesin sintetis multi bahasa sehingga aplikasi bisa mengucapkan teks.
Android Donut juga mengintegrasikan kamera dan galeri sehingga hasil foto dan video bisa diakses lebih cepat. UI Android juga memungkinkan pengguna menghapus banyak foto. Android 1.6 Donut juga mendukung perangkat dengan resolusi layar WVGA.
5. Android 2.0 – 2.1 (Eclair)

Android versi terbaru dengan nama Eclair dirilis dengan kernel Linux 2.6.29. Sinkronisasi akun ditingkatkan agar pengguna bisa menambah akun untuk Email dan kontak hp. Tersedia juga dukungan Bluetooth 2.1. Android versi Eclair sudah mendukung fitur baru pada kamera, seperti: Flash, Zoom Digital, dan mode makro.
Secara umum, Android Eclair mengoptimalkan kecepatan perangkat lunak dan perubahan UI. Tampilan UI kini disesuaikan untuk layar dan resolusi lebih besar. Tersedia fitur MotionEvent yang ditingkatkan untuk melacak aktivitas multi-touch pada layar sentuh.
6. Android 2.2 (Frozen Yoghurt – Froyo)

Android versi 2.2 dengan nama Frozen Yoghurt memiliki basis kernel Linux 2.6.32. Android Froyo meningkatkan fungsi USB Tethering dan WiFi Hotspot. Tersedia opsi untuk mematikan akses data pada jaringan seluler. Lalu untuk aplikasi Android Market sudah ditambah fitur untuk update secara otomatis.
Fitur inovatif di Android versi ini memungkinkan dukungan ke Bluetooth di mobil. Android Froyo bisa tampilkan animasi GIF dan upload file pada aplikasi browser. Tersedia juga dukungan pemasangan aplikasi pada penyimpanan eksternal. Android 2.2 juga sudah didukung Adobe Flash.
7. Android 2.3 (Gingerbread)

Android 2.3 Gingerbread adalah momen di mana mulai banyak smartphone ber-OS Android muncul di publik. OS ini dirilis pada 6 Desember 2010 dengan berbasis kernel Linux 2.6.35. Google memperbaiki desain antarmuka pengguna dengan meningkatkan performa dan kesederhanaan tampilan.
OS ini juga sudah punya dukungan telepon internet (VoIP), NFC, multikamera, dan sensor Giroskop dan Barometer. Android Gingerbread juga punya peningkatan daya yang dapat mengelola aplikasi yang beroperasi terlalu lama.
8. Android 3.0 – 3.2 (Honeycomb)

Android Honeycomb dirilis pada 22 Februari 2011 khusus untuk perangkat tablet. OS ini hadirkan optimasi dukungan tablet dengan antarmuka pengguna virtual yang intuitif. Sistem operasi ini juga menambahkan System Bar yang memberi akses cepat ke notifikasi, status, dan tombol navigasi di bawah layar.
Fitur Recent Apps pada System Bar memungkinkan pengguna melihat aplikasi yang sedang berjalan di belakang layar. Keyboard didesain ulang, agar pengguna bisa mengetik lebih cepat di layar besar. Android Honeycomb hadirkan dukungan prosesor multi-core dan enkripsi data pengguna.
9. Android 4.0 (Ice Cream Sandwich)

Android Ice Cream Sandwich menghadirkan tombol navigasi yang ada di OS Android Honeycomb. Launcher bisa dikustomisasi. Anda juga bisa memisahkan widget di tab baru agar tampilan layar lebih rapi. Di versi Android ini pengguna bisa screenshot layar hp dengan tekan tombol daya dan volume down bersamaan.
OS Ice Cream Sandwich juga mendukung fitur pengenal wajah. Pengguna bisa buka kunci layar dengan wajah. Fitur baru yang ada di OS ini memungkinkan pengguna bisa membatasi pemakaian data dan mematikan aplikasi yang menghabiskan kuota di latar belakang.
10. Android 4.1 – 4.3 (Jelly Bean)

Android Jelly Bean dirilis resmi oleh Google pada 27 Juni 2012. Versi Android ini meningkatkan fungsi dan kinerja antarmuka pengguna yang cukup penting. Tersedia juga dukungan frame rate hingga 60 fps agar tampilan UI lebih halus. Waktu vsync pada animasi UI dikelola oleh framework Android untuk menampilkan efek sentuh yang halus.
Android Jelly Bean bisa mematikan notifikasi aplikasi tertentu. Anda bisa kustomisasi tata letak antarmuka dan mengatur ukuran shortcut dan widget. Peningkatan yang dihadirkan versi Android Jelly Bean ada pada pencarian suara dan aplikasi kamera.
11. Android 4.4 (KitKat)

Android 4.4 KitKat diluncurkan perdana pada 3 September 2013. Semula nama yang digunakan adalah Key Lime Pie, namun akhirnya diganti jadi KitKat agar lebih banyak orang yang tahu. Tampilan Android KitKat lebih baik dari seri sebelumnya. Saat layar terkunci, bisa menampilkan gambar album saat memutar musik.
Saat digunakan membaca e-book, tampilan bisa diubah jadi full screen. Semua bar notifikasi disembunyikan supaya buku terlihat penuh. Android 4.4 juga punya performa sistem lebih tinggi. Layar sentuh bisa merespon lebih cepat. Aplikasi telepon bisa memprioritaskan kontak berdasarkan orang yang paling sering dihubungi.
12. Android 5.0 (Lollipop)

Android 5.0 Lollipop atau dikenal dengan nama Android L dirilis pada 25 Juni 2014. Desain antarmukanya menggunakan nama “Material Design.” Desain UI berbasis grid, animasi, dan transisi responsif. Tersedia juga efek pencahayaan dan bayangan pada tampilan agar lebih menarik.
Android Lollipop memiliki dukungan Project Volta yang berguna meningkatkan daya tahan baterai hingga 30% lebih lama. Ada juga fitur Factory Reset Protection jadi ketika smartphone hilang, perangkat tidak bisa direset ulang tanpa memasukan user dan password Google.
13. Android 6.0 (Marshmallow)

Android Marshmallow punya tampilan yang didesain ulang. Saat aplikasi diinstal, tidak akan diberi izin ke semua hak akses secara otomatis. Pengguna bisa memberikan hak akses atau menolak untuk setiap aplikasi yang diinstal.
Versi Android Marshmallow punya skema manajemen daya bernama doze. Skema ini bisa kurangi aktivitas aplikasi di layar belakang agar tidak memakan daya baterai dan kuota. OS ini juga sudah dilengkapi dukungan pengenalan sidik jari untuk buka kunci layar dan otentikasi Play Store.
14. Android 7.0 – 7.1 (Nougat)

Android Nougat atau dikenal dengan nama Android N adalah rilis besar dari Google. OS Versi Android terbaru ini dirilis dalam mode preview untuk developer pada tanggal 9 Maret 2016. Program Beta terbaru ini memungkinkan perangkat yang mendukungbisa meningkat versi Android secara Over The Air (OTA).
Rilis terakhir resmi dari Android Nougat pada 22 Agustus 2016. Urutan versi Android ke-13 ini punya fitur untuk menampilkan kalibrasi warna, layar zoom, dan beralih aplikasi dengan tekan tombol Recent Apps. Pengguna juga bisa menghapus semua aplikasi di Recent Apps.
15. Android 8.0 – 8.1 (Oreo)

Urutan Android selanjutnya adalah Android 8.0 Oreo yang dirilis pada Agustus 2017. Project Treble menghadirkan arsitektur modular yang membuatnya lebih mudah dan lebih cepat untuk pembuat hardware untuk menghadirkan pembaruan Android.
Android Oreo juga menambahkan opsi untuk menginstal aplikasi dari sumber tidak dikenal. Kinerja Android Oreo diklaim 2x lebih cepat dibanding OS Nougat menurut Google. Untuk keamanan, Oreo punya fitur Google Play Protect untuk mengamankan aplikasi yang ada di toko aplikasi.
16. Android 9 (Pie)

Android 9 Pie adalah urutan Android ke-15 yang dirilis pertama kali pada 6 Agustus 2018. Versi Android ini punya fitur Adaptive Battery yang bisa mengatur pola daya dan aktivitas aplikasi yang menguras baterai. Selain itu, ada juga fitur Adaptive Brightness yang bisa mengatur kecerahan layar untuk menghemat baterai.
Android Pie juga menghadirkan fitur gesture untuk berpindah dari satu aplikasi ke aplikasi lain. Tersedia dashboard khusus untuk mengetahui mana aplikasi yang paling sering digunakan. Anda juga bisa membatasi waktu penggunaan aplikasi.
17. Android 10 (Android Q)

Android 10 dirilis pertama kali pada 3 September 2019. Sebulan sebelum dirilis, Google sudah mengumumkan bahwa versi Android terbaru di 2019 ini tidak lagi menggunakan nama makanan manis atau pencuci mulut seperti sebelumya. Namun secara internal, Android 10 diberi julukan nama Android Quince Tart.
Android 10 punya fitur Teks Otomatis yang bisa memberi teks pada video atau podcast yang direkam, tanpa harus terhubung ke WiFi atau data seluler. Pengguna juga mendapat saran untuk balas pesan dan tindakan aplikasi langsung dari bar notifikasi.
18. Android 11 (Red Velvet Cake)

Urutan Android ke-17 adalah Android 11. Versi Android dengan nama makanan (versi internal) Red Velvet Cake ini dirilis resmi pada 8 September 2020. OS Android 11 bisa mengelompokkan aplikasi dalam status notifikasi. Misal semua aplikasi pesan digabung dalam notifikasi Conversation.
Android 11 punya fitur Balon yang bisa membuat Anda melanjutkan percakapan setelah mengakses aplikasi lain. Akses chat kapan saja dan di mana saja lebih mudah. Android 11 juga punya fitur perekam layar (Screen Recording) bawaan. Ada juga fitur izin satu kali ke apliaksi yang meminta akses.
19. Android 12 (Snow Cone)

Android 12 akhirnya kembali menggunakan nama makanan manis, yaitu Snow Cone. Android versi 12 ini dirilis perdana pada 4 Oktober 2021. Urutan Android versi terbaru ini memiliki update besar pada Desain Material yang kemudian disebut sebagai “Material You.”
Sistem operasi bisa secara otomatis menghasilkan tema warna untuk menu sistem dan aplikasi yang didukung menggunakan warna wallpaper pengguna. Android 12 juga dilengkapi fitur untuk ambil screenshot tampilan web secara utuh atau bergulir. Pengguna juga bisa mencegah aplikasi untuk menggunakan aplikasi dan mikrofon melalui pengaturan cepat.
20. Android 13 (Tiramisu)

Android 13 adalah versi sistem operasi Android ke-20. OS Android 13 pertama kali diperkenalkan pada 10 Februari 2022. Urutan Android terbaru ini dirilis sekitar 4 bulan setelah versi stabil Android 12 dirilis. Android 13 fokus pada penyempurnaan fitur pada Android 12L, meningkatkan privasi, keamanan, dan optimalisasi UI.
Android 13 punya fitur pemilih foto baru. Fitur ini memungkinkan Anda bisa atur foto atau video tertentu yang bisa dibagikan dengan aplikasi. Berbeda seperti versi sebelumnya yang memberi akses ke semua foto dan video di library. Di Android 13 pengguna juga bisa kustomisasi ikon aplikasi dengan warna yang sama seperti tema atau wallpaper.
21. Android 14 (Upside Down Cake)

Android 14 dirilis pertama kali pada 4 Oktober 2023. Versi Android terbaru ini membawa banyak peningkatan, seperti: peningkatan kualitas foto, tema baru, dan wallpaper yang bisa dibuat dengan AI. Android 14 juga membawa pembaruan privasi untuk kesehatan, keselamatan, dan data pribadi Anda.
Android 14 mendukung Ultra HDR yang memungkinkan Anda bisa ambil gambar HDR dan melihatnya di layar HDR dengan kualitas warna lebih cerah, sorotan cahaya lebih terang, dan bayangan lebih gelap. Versi Android terbaru ini juga memiliki tema monokrom ke widget, ikon, tombol, latar belakang, dan animasi.
Yang unik di Android 14 adalah punya fitur wallpaper yang didukung kecerdasan buatan (AI). Anda bisa buat wallpaper unik sendiri untuk ekspresikan diri. Android 14 aktif memberitahu Anda info izin aplikasi, Anda bisa pilih akses mana yang boleh diberikan ke aplikasi. Fitur menarik lainnya adalah Android 14 bisa memanfaatkan lampu flash kamera untuk notifikasi kamera.
22. Android 15 (Vanilla Ice Cream)

Saat artikel ini ditulis, Android 15 belum dirilis resmi oleh Google. Diperkirakan versi Android terbaru ini akan diluncurkan pada Oktober 2024 bersamaan dengan peluncuran Google Pixel 9. Sama seperti seri Android 10 hingga 14, Android 15 tidak diperkenalkan dengan nama makanan manis. Kode nama makanan manis hanya digunakan untuk internal, sedangkan untuk publik menggunakan nama Android 15.
Dari tampilan tidak banyak perubahan dari versi Android 14. Di Android 15, palet warna icon aplikasi bisa disesuaikan dengan warna wallpaper. Namun ini tidak berlaku untuk aplikasi pihak ketiga. Mode Split Screen kini bisa disimpan, jadi misalnya Anda ingin pakai dua aplikasi dalam urutan split screen yang disukai bisa langsung dipakai.
Android 15 kini bisa merekam layar dari satu aplikasi saja, bukan seluruh tampilan layar. Jadi, misalnya Anda sedang rekam tutorial YouTube di hp lalu tiba-tiba ada notif pesan masuk, rekaman tidak akan merekam notif tersebut. Meskipun Anda berpindah-pindah aplikasi, fitur Screen Record Single App hanya akan merekam tampilan aplikasi yang sedang direkam saja.
Di versi Android 15, ada fitur Archive aplikasi yang memungkinkan Anda bisa menghapus aplikasi tanpa menghilangkan data pengguna. Sehingga jika diinstal kembali, Anda tidak perlu repot seting ulang atau login kembali. Yang menarik, Android 15 bisa ubah hp jadi webcam laptop. Anda bisa pakai kamera depan atau belakang untuk dapatkan tangkapan gambar lebih tajam.
Berikut adalah sumber yang saya gunakan sebagai referensi, bisa dilihat di link berikut.
REFERENSI:
https://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_operasi
https://blog.unnes.ac.id/ayukwitantri/2016/02/25/pengertian-dan-sejarah-dos/
https://dailysocial.id/post/sejarah-windows-dari-awal-sampai-sekarang
https://dianisa.com/pengertian-macos/
https://qwords.com/blog/sejarah-linux/
https://id.wikipedia.org/wiki/Android_(sistem_operasi)
https://www.bhinneka.com/blog/urutan-android/
Komentar
Posting Komentar